Jumat, 04 April 2014

It's Over

I'm sorry , I don't will publish anything in this blog. And it will be the last from me. Thanks ...

Senin, 10 Desember 2012

Newsreader


Newsreader :
Good morning and welcome back on SNN News, with I'm _____ that will accompany your morning. The first news come from the world of education in Indonesia. This news about the new curriculum to be implemented in 2013. Where this curriculum will negate majors science, social studies, or language in high school. And here's a report from our reporter who have been with the Minister of Education and Culture.

Reporter :
Thank you _____ from studio. And now I have been with our guest speaker, Mr.Nuh as minister of education and culture. Good morning ,sir.

Informant :
Good morning.

Reporter :
Is it true that the new curriculum will be implemented in 2013 ?

Informant :
Yes, Of Course.

Reporter :
What a difference the new curriculum with the old curriculum ?

Informant :
In 2013, with the new curriculum , we remove department of Science , Social Studies and language in Senior high school . And we hope the students will not confuse when they must choose department what they must choosen .

Reporter :
If we are allowed to know. Why would the curriculum be changed ?

Informant:
I think that the education in school is better if no specialization. Because specialization make discrimination and hard to search job or continue to college . And from the new curriculum , the students can choose what they want lessons. However, there are still some subjects that must be taken and learned by each student.

Reporter :
Then, what do you hope from this new curriculum?

Infomant :
I hope that the students are more active in terms of choosing subjects.

Reporter :
Okay, thank you for your time ,sir. And then, I leave back to _____ in studio.

Newsreader :
Thank you , ____ for your report . And second news after these messages. Don't go anywhere , We'll be all be back with interesting news . Thank You ...

Jumat, 20 Juli 2012

Mengenali Pacar yang Kekanak-Kanakan dan Solusinya


Usia tidak menjamin ke dewasaan seseorang. Ada sebagian orang yang sudah dewasa secara usia, namun justru bertingkah seperti anak-anak, begitupun sebaliknya. Berikut beberapa tanda yang mungkin bisa Anda gunakan untuk mengenali apakah pasangan Anda kekanak-kanakan atau tidak, serta bagaimana cara mengatasinya :
Tidak Bisa Kontrol Emosi
Salah satu ciri sikap kekanak-kanakan adalah ketidakmampuan untuk mengontrol emosi. Emosi disini bisa amarah maupun bahagia. Seseorang dengan kecerdasan emosi rendah, akan cenderung meledak-ledak sehingga tak jarang membuatnya tidak bisa mengendalikan diri saat terbawa emosi.
Ada banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya lemah dalam mengontrol emosi, untuk itu kita perlu menegur dengan kasih. Coba diskusikan tentang kelemahannya ini dan bantulah dia memperbaiki sikapnya secara bertahap.
Boros
Jangankan mengatur orang lain, mengatur keuangannya sendiri saja dia belum mampu. Orang seperti ini kurang bisa meletakkan prioritas dalam penggunaan uangnya. Apa yang dia miliki saat ini, berarti sesuatu yang boleh dihabiskannya. Bahkan tak jarang dia pun jadi terlibat hutang.
Ajaklah dia untuk tertib membuat anggaran pengeluaran dan biasakan untuk menabung. Anda juga bisa membantunya untuk merubah lifestyle agar lebih sederhana dan menghemat pengeluaran. Ingatlah, ketidakmampuan untuk mengatur keuangan adalah salah satu masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga, karena itu kemampuan ini harus dimiliki sebelum memasuki bahtera pernikahan.
Tidak Punya Tujuan Hidup
Saat seseorang tidak punya rencana, sebenarnya dia sedang merencanakan untuk gagal. Dan untuk mempunyai rencana, kita harus memiliki sebuah tujuan. Sebuah tujuan akan membuat hidup seseorang menjadi lebih terarah, pula lewat tujuan hidupnya kita bisa lebih mengenalipasangan karena merupakan bentuk pertanggung jawabannya pada Tuhan.
Tujuan hidup yang jelas hanya dimiliki oleh mereka yang telah mengenal Kristus secara pribadi. Karena itu, hal ini harus dibangun lewat hubungan yang benar dan cinta yang tulus kepada Kristus. Ketimpangan pada ke dewasaan iman pasangan bisa memicu banyak konflik, karena itu usahakan sedini mungkin untuk memiliki tingkat iman yang seimbang agar kalian pun bisa saling menopang.
Tidak Bisa Ambil Keputusan
Akhir-akhir ini kita sering mendengar kata galau. Namun jika perasaan galau itu terus berkelanjutan, maka seseorang akan sulit untuk mengambil keputusan. Ketidakmampuan untuk mengambil keputusan ini bahkan sering diikuti sikap lari dari masalah. Lagi-lagi, ini pun tanda sikap kekanak-kanakan.
Latar belakang dan lingkungan seseorang sangat mempengaruhi hal ini. Jadi sebelum kita menghakimi pasangan kita karena apa yang tidak mampu dia lakukan, cobalah perhatikan penyebabnya dan bantulah dia untuk mengatasinya. Berikan dia semangat untuk berani mengambil tanggung jawab dari keputusan yang dipilihnya.
Kasih menutupi segala pelanggaran, namun sebagai pasangan yang baik kita perlu membantupasangan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini akan sangat bermanfaat ketika nanti kita memasuki bahtera pernikahan.